Darjeeling

Oke, jadi ceritanya saya baru saja mulai menonton koleksi film buatan Wes Anderson. Salah satunya si The Darjeeling Limited. Ya, saya tahu sooo last century banget. Tapi lebih baik telat daripada sama sekali belum menonton kan? Nah, berhubung saya suka sekali film drama, mulai dari yang very depressing kaya Blue Valentine,  sampai yang model indie kaya Paris, Je T’Aime. Oh, yang the best sih menurut saya tetap, Love Me if You Dare. Ending-nya itu lho.. sangat tidak terduga, siapa sih sepasang sahabat yang ujungnya saling cinta malah ngubur diri dalam adukan semen? Well, disamping itu, saya merupakan pengagum buerat si Marion Cottilard. Dibalik mukanya yang melankolis, setiap tokoh yang diperankannya itu seperti sudah mendarah daging dan ada dalam DNA-nya. Dan cantiknya, oh jangan ditanya, she’s so classy yet courageous..

Image

Kembali ke The Darjeeling Limited, jadi cerita ini mengisahkan tiga saudara kandung yang berada dalam perjalanan spiritual melewati India dengan kereta yang bernama Darjeeling Limited –ya, itu nama kereta bukan salah satu varian teh, saya menduga begitu awalnya, ha. Banyak hal yang terjadi sepanjang perjalanan. Mulai dari menyukai salah satu pelayan wanita di kereta tersebut, sampai ular berbisa yang baru dibeli kabur dari kandangnya dan membuat panik sekereta. Dengan keunikan sifat masing-masing karakter, film ini menurut saya sangat nyaman untuk ditonton. Really fun but not too lights. Diluar Adrien Brody yang rupawan dan quirky in his own way, tentunya yang tak ketinggalan dan selalu ada dalam film Wes Anderson ini adalah Jason Schwartzman, sebagai adik terakhir yang selalu terlihat kikuk dan memiliki jalan pemikiran yang aneh.

Dan yang sudah menunggu minta ditonton di must-watch list saya selanjutnya adalah… Hotel Chevalier. Oh, sebelumnya saya kasih sedikit referensi film Rushmore yang juga sudah saya tonton, tepat setelah Darjeeling Limited.. Hehe i really love doing movie-marathon in days. Overall, ceritanya mengenai si Max Fischer (Jason Schwartzman, again) yang super duper aktif dalam segala bidang ekstrakulikuler di SMA swastanya Rushmore, namun karena keeksisannya itu nilai mata pelajarannya malah anjlok dan taruhannya adalah drop out. Ketika dia mulai rajin mengangkat nilainya, hatinya malah kecantol sama guru latin di Rushmore. Rosemary Cross (Olivia Williams) yang janda muda dan cuek ini tidak menyadari bahwa Max mendekatinya bukan semata hubungan guru-murid, namun ada secuil cinta yang kian lama kian membesar. Hingga ujung-ujungnya, pengorbanan cinta Max harus ditebus dengan ditransfernya dia ke sekolah publik. Selanjutnya, silahkan lanjut tonton sendiri ya.. untuk mengetahui Max yang ternyata ada hubungan rival dengan Bill Murray sebagai Herman Blume. 🙂

Oh iya, kebetulan gugling dan nemu hasil kreatif orang-orang diluar sana membuat ulang poster The Darjeeling Limited. Bagus-bagus! Here they are..

Image

Image

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s