Love, indeed.

Image

Sebulan, dua bulan, masih manis seperti mangga ranum. Saya suka mangga ranum, seperti awal-awal baru pacaran manisnya. Masih suka lihat-lihatan lama, terus saling menyahut dalam hati “i love you.”  Dan tersenyum, Like crazy (2011).

Terkadang rasa ingin bersama bisa sangat egois dan menjerumuskan. Anna sebagai warga Inggris yang sedang belajar di Los Angeles harus memilih antara visanya yang hampir habis dan rasa tidak relanya meninggalkan Jacob, pacarnya seorang Amerika.. Mereka sedang menikmati masa-masa membuka dan menutup mata disatu ranjang bersama setiap hari, malam dan pagi. Akhirnya Anna membiarkan visanya, dan bersenang-senang sepanjang musim panas bersama Jacob.

Keputusan yang berdasar cinta tersebut malah membuat Anna di banned di negara Amerika untuk sementara waktu. Sedangkan aliran cinta yang sedang deras-derasnya sangat sulit ditahan. Membuat mereka harus menjalankan LDR, karena cinta mereka yang baru terbentuk dan masih rapuh itu membutuhkan asupan kehadiran mereka untuk saling melengkapi. Jadilah, mereka saling berkunjung. Yang tanpa terasa, kunjungan US-UK dan sebaliknya ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebelum mendapatkan solusinya, mereka memutuskan untuk menjalani dan tenggelam dalam kesibukan masing-masing dengan harapan dapat meredam kerinduan yang mencekik kian hari.

Ternyata, cinta itu terbukti rapuh. Disela kerapuhan itu hadirlah sosok-sosok manusia ketiga. Yang menemani mereka ditempat tidurnya masing-masing. Peneman sarapan dipagi hari, peneman bicara dikala mau tidur. Meski dibilang manusia ini hanya selingan, tetapi tidak bisa dianggap remeh. Suatu ketika Anna memutuskan untuk mengajak Jacob menikah agar mendapat visa pernikahan dan pindah ke London bersamanya. Hal tersebut memang terjadi, namun lagi-lagi masalah timbul. Visa Anna yang dulu bermasalah kembali menyandungnya. Kesabaran mereka pun kembali dicoba. Cinta mereka mulai menebal dan menipis. Kembang kempis. Manusia ketiga ini pun setia menemani dikala kejenuhan mulai melanda mereka.

Seperti keajaiban, masalah visa pernikahan terselesaikan berkat teman dari Ayah Anna. Anna kemudian datang ke LA, tepat setelah Samantha pindah dari rumah Jacob. Mereka tidak lagi terhalang apapun, namun keadaan sudah berbeda. Atau malah ter-reset ulang. Cinta yang manis dan ranum pernah mereka rasakan, tetapi tidak sekarang. Semuanya berbeda. Finally, the bittersweet of love ended their story, only time will make it sweet again..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s