Pesimistodia

Jadi sepanjang masa menunggu kemarin, ada yang berkeluh kesah. Sampai-sampai disaat menunggu ia dilahap oleh monster yang bernama ‘pesimistodia’. Semacam monster kecil, yang tinggal di otak belakang dan mengontrol seluruh kegiatannya sehari-hari. Dia sangat kecil, berenang-renang dalam sel darah, bahkan dalam atom-atom tubuhnya.

Gerilya monster ini sangat terorganisir. Dia mengelabui induk semangnya, dengan mempengaruhi otaknya untuk terus berpikiran pesimis. Uring-uringan, sampai bad mood berhari-hari. Bahkan sampai  dia kehilangan rasa percaya dirinya. Mengerikan. Sangat mengerikan.

Namun, monster ini sangat cerdik. Disaat manusia itu mulai merasa akan kehilangan dirinya, maka ia akan memberikan satu hari yang sangat indah yang enerjik dan berwarna, penuh dengan cekikikan tawa dan teriakan kehidupan, seakan-akan penyakit pesimisnya hilang. Hanya satu hari saja. Keesokan harinya, warna kelabu yang sangat pekat kembali datang. Menggusur warna indah nan enerjik itu dengan satu tiupan sebesar hembusan sangsakala. Fuuuhhhhhh!

Dan si manusia kembali termenung. Terdiam dalam otaknya yang kembali sunyi.

Saya sudah takut sebelum berbahagia kemarin. Ternyata benar, Satu hari penuh keindahan itu harapan fana, sekedar iming-iming dari kehidupan yang sedang mempermainkan perasaan saya. Gumamnya dalam hati.

“Oh, jadi dia sadar?” said Pesimistodia. Don’t blame your life, dear. It’s me, who was born from you..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s