A Letter

Tidak, saya tidak akan menulis puisi seperti yang lainnya. Hanya ingin mengungkapkan rasa.

Mungkin akan terdengar lebih telanjang dan vulgar. Tapi pasti sangat mudah dimengerti.

Saya ingin berterima kasih, untuk hal-hal yang telah kamu berikan untuk saya sejauh ini. Perhatian yang selalu ada. Pengertian yang tak memihak. Kesabaran yang saya baru tahu yang semacam milikmu ada di dunia. Terima kasih telah membuat saya bisa mencinta tanpa khawatir kesedihan akan menimpa, karena saya orang yang percaya kebahagiaan tidak pernah bertahan lama. Terima kasih telah hadir tepat ketika hidup saya dahulu sedang redup berkabut. Semacam pahlawan kesiangan.

Oleh karena itu, saya tidak pernah berhenti mengucap syukur pada Sang Pencipta yang telah menciptakan tangan yang bisa menarik saya dari lumpur. Terima kasih..

Just so you know how much you meant for me. Irreplaceable I must say.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s