Karma

Saya percaya karma. Apa yang saya pernah lakukan kepada orang lain terdahulu, entah kelakuan saya membuatnya sakit hati maupun senang, pasti akan berefek pada saya di masa yang mendatang. Oh, saya percaya 100% hal tersebut akan terjadi. Setelah pembuktian berkali-kali, saya merasa karma ini mengajarkan satu hal pada saya dan hingga saat ini masih saya terapkan. Marah atau berkesal diri lama-lama tidak ada gunanya. Serius deh.

Ketika dihantam oleh kekecewaan yang dahsyat, hati pasti seperti ditonjok hingga keluar air mata kan? Nah, disaat seperti itulah muncul pemikiran “Ini pasti karma, gw kena karma nih” lalu ambil nafas sedalam mungkin. Apa efek selanjutnya? Masih terasa sesak di dada, tapi paling tidak sudah ada perasaan menerima dan akan dilanjutkan oleh flash back. Mengingat kembali ketika kita dahulu pernah membuat kesal orang-orang disekitar kita, dan sadar bahwa detik ini kita berada dalam posisi mereka. Dan saat itulah detik-detik karma sedang menyambangi diri kita. Pada akhirnya, dengan sendirinya akan muncul kata maaf yang ikhlas dari lubuk hati kita.

Well, jika berpikir dengan saya menerapkan hal ini saya menjadi orang super baik salah banget. Karena hal inilah kelakuan negatif saya yang pendendam dan sering cursing jadi berkurang jauh. So, paling tidak saya berhasil mengurangi dosa saya sedikit kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s