Tanakita Trip

Dengan maksud melepas kepenatan dan kabur dari dunia perkotaan, saya dan partner saya memutuskan untuk melakukan short trip getaway. Niatnya sih ke pulau Dewata, tapi apa daya tabungan nggak penuh-penuh karena terus dicuilin untuk ini itu, akhirnya kami putuskan untuk cari destinasi seru di sekitar Jawa Barat. Setelah banyak pertimbangan dan daftar tempat-tempat asik yang kita pilah-pilih, pilihan jatuh ke…

Tanakita Camping Ground! Yes, kemping! Pasti pada langsung membayangkan membawa tas gunung sebesar kulkas dan persediaan makanan instan. Hmm.. well, sebenarnya nama panjang Tanakita adalah Tanakita Five Stars Camping Ground. Jadi ya selayaknya hotel bintang lima saja, semuanya terjamin!

Nggak perlu pikir panjang. Here we go!

Tanakita 1

Day 1 [5 Sept 2014]
Mengikuti budget yang kita punya, kami pun memutuskan untuk backpacking-an menuju Tanakita. Jam 6.30 kita berangkat ke stasiun KA Pasar Minggu. Selama kira-kira sejaman sampai di stasiun Bogor. Lalu kita jalan kaki sedikit ke stasiun Paledang dengan tujuan akhir ke Sukabumi. Harga tiketnya cukup Rp20.000 saja, karena kita beli online dapet potongan harga Rp5.000. Lumayan kan untuk sarapan lontong sayur. 😀

Setelah melewati sawah, kebun sayuran dan anak-anak kecil yang dadah-dadah di sepanjang kanan/kiri perjalanan, dua jam kemudian akhirnya kita sampai di stasiun Cisaat. Jujur saja ini pengalaman pertama kali saya naik kereta api menuju pelosok desa. Lucunya lagi nggak hanya anak kecil saja, orang dewasa pun nampaknya tidak mau melewatkan menonton kereta api yang lewat hanya 3 kali sehari di belakang rumahnya. Bahkan juga ada ibu-ibu yang menyuruh anaknya berpose di tengah sawah ketika kereta lewat, dan memotretnya menggunakan tablet seakan kereta tersebut adalah latar belakangnya. Hm, sekurang itu ya atraksi seru di daerah mereka?

Anyway, dari stasiun Cisaat kita berniat mencari angkot merah yang menuju Situ Gunung. Meski sebenernya sih banyak angkot carteran dan ojek yang sudah siap mengangkut pendatang di stasiun, tapi kita bertekad untuk jalan kaki hingga benar-benar menemukan jalur trayek si angkot merah. Nggak begitu jauh sih, cukup melewati satu pabrik tahu dan satu polsek. Setelah berhasil naik angkot yang isinya cukup ramai, kita pun langsung berangkat menuju Situ Gunung yang ternyata berlokasi di ujung aspal. Kondisi jalan yang aspalnya sebagian besar rusak parah membuat angkot yang kita tumpangi memberikan harga hampir 4 kali lipat dari penumpang biasa, “Sebenernya dari 20-an angkot yang narik, cuma 3 angkot yang mau nyampe Situ Gunung. Abis jalannya rusak begini, sayang mobilnya, neng. Yaudah, seorang 10.000 aja deh.” Dari yang harusnya kalau kita mau turun di polsek Kadudampit yang berada agak bawah dari Situ Gunung itu hanya Rp3.000 aja.

Ketika mulai jalan kaki memasuki Situ Gunung Camping Ground menuju Tanakita, kita langsung dipayungi pepohonan tinggi berumur ratusan tahun yang rimbun dan suara gemerisik hutan melebur merdu dengan binatang-binatang yang berbisik di dalamnya. Ketenangan yang nggak pernah saya temukan di kota.

IMG_5844

Tidak lama sampailah kita di Tanakita. Jam menunjukan hampir waktunya solat Jumat. Pisang goreng hangat menyambut kami ditemani kopi susu panas dicangkir jadul yang khas. Hmm.. belum apa-apa kita sudah langsung merasa homey. Di sini spot saya menunggu yang pulang solat jumat sambil lanjut menikmati pisang goreng, kopi dan buku. Breathtaking view isn’t it?

IMG_5841

Camp

Setelah makan siang lanjut istirahat di tenda yang walau pun dihujani matahari terang benderang tetap sejuk semilir angin gunung yang dingin. Sekitar pukul 4 kami bersiap menuju Curug Sawer. Air terjun yang ternyata berada di sisi bukit yang lainnya ternyata membuat perjalanan treking kita cukup naik turun dan terjal. Kurang lebih 45-60 menitan deh sampe air terjunnya. Tapi semua lelah dan peluh keringat terbayar ketika sampai di Curug Sawer. Deras air terjun, bebatuan yang tersebar dan sungai yang mengalir.. wah, speechless. Ini penampakan kita yang cuma berani foto, nggak berani nyebur karena airnya dingin bukan main!

Curug Sawer

Pulang dari Curug kami melepas lelah ditemani lumpia goreng isi pisang dan teh panas. Sambil menunggu badan rileks kembali kami pun sharing bersama mas Piping yang punya banyak pengalaman yang seru untuk dibagi. Sebelum makan malam kita bulatkan tekad untuk mandi ditengah udara yang dinginnya sudah nggak santai. Untungnya di sini tersedia air panas (kan Five Stars.. pas deh buat yang manja-manja kaya saya. Hehe). Oh, dan kamar mandinya itu super duper bersih, kering dan wangi. Sempet kaget pas pertama kali datang kok ada wangi melati, ternyata itu aromaterapi yang dinyalakan di kamar mandi. Wah, yang ada showering time makin lama nih. Anyway.. setelah sesi mandi yang nikmat banget itu kami lanjut kongkow untuk menikmati api unggun bersama grup lainnya. Karena mata yang sudah nggak kuat menahan kantuk, kami pun masuk ke tenda sekitar jam 9 malam. Dan saya melewatkan jagung bakarnya.. 😦

Day 2 [6 Sept 2014]

Bergulat dengan dinginnya udara semalam yang menusuk kaki, saya tetap bisa bangun pagi sekitar pukul 7. Itu pun dengan kaki yang dinginnya seperti es batu yang tidak mau lepas, padahal sudah pakai kaos kaki dan sleeping bag yang ditebalkan bagian bawahnya. Ternyata prediksi teriknya siang membuat temperatur udara malam berkali lipat dinginnya.. itu benar.

Tanakita2

Karena matahari sudah menyinari tenda, saya langsung keluar untuk menghangatkan diri. Ternyata ketika sedang menghirup udara pagi yang langka ini, salah satu masnya datang dan bilang sudah ada bubur kacang ijo menunggu. Yumm.. langsung aja saya ambil lalu bikin kopi susu. Oh iya, untuk kopi, teh dan bandrek (khusus di malam hari) itu unlimited di sini. Jadi tenang saja. 😉

Processed with VSCOcam with f2 preset

Puas menyantap bubur kami pun langsung bersiap menuju danau/situ gunung. Jaraknya tidak sejauh Curug Sawer tapi sama indahnya. Nggak percaya? Kaya gini nih..

IMG_5866

Mengejar waktu jam 9.00 untuk River Tubing bareng grup lain, kami nggak berlama-lama di danau. Yang penting foto-foto dan menyimpan suasananya dalam memori ingatan. Sampai di camp sembari nunggu kelompok lain kami menyantap sarapan yang agak berat. Nasi goreng dan teman-temannya. Jam 9.30 kami siap turun ke sungai Cigunung.

Nah, kalau arung jeraman di sungai Ayung dulu di Ubud saya masih tahan karena airnya hangat dan bersahabat. Kalau di sungai Cigunung ini… brrr.. airnya fresh dari gunung. Saking dinginnya saya nggak bisa merasakan kaki dan tangan, serta kulit saya memerah karena air sungai yang terlampau dingin. Tapi tetap saja nggak menyurutkan semangat kami main ban di sungai ini, kok. Arusnya cukup deras, beberapa kali ban saya terbalik. Untungnya kami bermain tidak dimusim hujan karena beberapa orang yang pernah ikut dulu pernah tertempel lintah.

Puas berteriak, menggigil dan tertawa setelah sampai di titik finish kami pun langsung berkumpul di rumah bambu ini hingga waktunya makan siang. Menghangatkan diri di depan tungku ditemani teh panas yang sudah tidak berasa lagi panasnya saking kami mengigil.

Processed with VSCOcam with lv03 preset

Lunch time! A la tradisional. Yup. Dengan beralas daun pisang kami mulai dibagikan nasi liwet, tahu, ikan jambal hingga lalapan. Nikmatnya makan siang kali ini nggak tertandingi bahkan kalau dibandingkan dengan sajian Eropa terenak sekali pun!

Processed with VSCOcam with g3 preset

Selesai makan siang kami kembali ke tenda. Mandi lalu packing dengan berat hati. Rasanya masih betah banget untuk berlama-lama di Tanakita, tapi apa daya kami harus pulang dengan kereta jam 16.00 ke Jakarta. 😦

Overall, sama sekali tidak ada yang mengecewakan dari Tanakita dan trip ini. Sekarang saya tahu apa maksud five stars yang disandangnya. Mereka memberikan pengalaman petualangan bertaraf bintang lima. Karena memang seumur hidup saya Tanakita bakal jadi salah satu memori manis yang tersimpan tentang Situ Gunung. Well, kita doakan saja camping ground ini akan tetap bertahan 1000 tahun lamanya. See you next time short trip!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s