About Simplicity

Di luar kesuksesannya membangun raksasa advertising agency yang mendunia, Saatchi juga merupakan salah seorang tokoh dalam dunia kreatif yang terkenal lewat buah pemikirannya yang luar biasa yang dituangkan melalui buku-buku karyanya. Salah satunya, Brutal Simplicity of Thought.

Saatchi berpendapat bahwa simplicity sesungguhnya adalah bentuk tertinggi dari segala kompleksitas. Contohnya seperti kejeniusan angka 0 yang tidak bernilai yang berperan sebagai kunci penghubung angka 10 ke 1. Untuk yang pernah membaca Bilangan Fu karya Ayu Utami, pasti akan langsung jatuh cinta dengan kebrilianan dan keistimewaan angka 0 yang sesungguhnya mempengaruhi keberadaan jagat raya.

Simplicity lebih dari sekedar disiplin. Ia membutuhkan ketepatan luar biasa atau malah dapat sekaligus menjadi pemusnah ide. Ia dapat mempercepat kefatalan jika sebab di baliknya tidak kuat atau sebaliknya. Oleh karena itu, simplicity membutuhkan ketepatan yang tidak main-main. It’s easier to complete than simplify.

“It allows you to have a romantic belief in your ability to change the world by an act of breathtakingly brutal simplicity. It is a license to reject the status quo. It leads to a determined conviction that you, acting alone or almost single-handedly, can make what seems highly improbable, in fact happen.”

 ***

Simplicity diterapkan di segala aspek kehidupan manusia. Simplicity in art, bussiness, prose, politics, drama, etc. Berikut adalah beberapa potongan dari buku yang menjabarkan fakta -yang selama ini kadang kita tidak sadari, bahwa beberapa hal yang luar biasa rumit terbentuk dari sesuatu yang luar biasa simpel.

 How do you make music with a symbol and a line?

-An image of a notation symbol.

Setiap nuansa, emosi dan keindahan musik yang selama ini kita nikmati nyatanya berasal dari not-not balok sederhana yang terangkai sedemikian rupa hingga tercipta lagu. Grunge, blues, klasik, techno, semua tercipta dari sistem penggunaan notasi.

 How do you have tea without leaves?

-An image of a tea bag

Seorang penjual kopi di NY beralih usaha menjadi penjual daun teh. Ia mengirimkan sample daun teh dalam kantong sutra kecil sebagai pengganti kaleng teh yang mahal. Penghematan ini disalahartikan oleh konsumennya yang langsung mencelupkan kantong sutra tersebut bukannya mengeluarkan terlebih dahulu. Dari sinilah terlahirnya kantong teh.

How can a caterpillar change the world?

-An image of silk lingerie

Menurut mitologi Cina, abad ke-27 adalah sebuah masa berkembangnya produksi ulat sutera. Berawal dari kepompong sutera yang jatuh ke dalam teh Permaisuri Leizu lalu terurai, kemudian beliau memiliki ide untuk menenunnya. Dari sinilah Cina kemudian terkenal dengan sutera dan Jalur Suteranya selama ratusan abad. Sekarang sutera menaklukan dunia dengan banyaknya manusia yang terpikat dengan kesensualannya.

Buku ini menjadi salah satu buku yang berperan sebagai training manual untuk seluruh karyawan Saatchi. Prinsip-prinsip dalam buku ini diserap dalam bentuk budaya, filosofi dan struktur yang membangun perusahaan yang terkenal di industri periklanan ini.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s