The Day

16.10.16 bukan penggalan nomor rekening bank berisi triliunan rupiah.

16.10.16 bukan juga angka togel senilai miliaran rupiah.

16.10.16 bukan pula expired date.

16.10.16 adalah angka keramat.

16.10.16 adalah titik mulai perjalanan tanpa peta, tanpa tahu titik akhir.

Minggu pagi di Mesjid Al-Ikhlas tidak biasanya seramai ini. Saudara, tamu, tetangga, sahabat bahkan tukang bebersih yang harusnya libur pun ikut wara-wiri. Maaf ya mas, saya doakan semoga peluhmu jadi berkah yang berlipat-lipat dihari esok. Setelah sadar banyak yang terlibat di hari suci saya, rasa syukur saya makin tidak ada habisnya terucap dari lubuk hati yang paling dalam. Saya hanya bisa mendoakan berjuta balasan kebaikan untuk semua yang telah membantu di pernikahan saya.

qbup1230

Bapak penghulu datang tepat waktu. Pak Alwi namanya. Melihat aura yang memancarkan kebaikan dan siap menjalankan amanatnya tanpa pamrih seperti mematahkan omongan miring orang-orang tentang penghulu yang banyak tingkah atau pun banyak mau. Alhamdulillah. Semoga bapak selalu diberi kemudahan di dunia dan akhirat oleh Allah SWT.

Setelah menunggu aba-aba, saya didampingi dengan kedua tante saya menghampiri calon suami yang sudah duduk manis di depan penghulu, wali dan saksi nikah kami. Saking deg-degan, badan saya yang sudah dibebat kencang dengan kain Jawa pun jalannya jadi kebut tidak karuan. Terima kasih kepada para tante saya yang mengingatkan untuk ingat malu menyuruh saya kembali jalan sing ayu.

Akhirnya saya berhasil duduk berlutut di sebelah pria yang kurang dari satu jam akan menjadi suami saya. Kami pun nyengir saat saling berpandangan. Kapan lagi lihat suami full make-up, lebih cantik pula dari saya! Tiba-tiba saja tanpa disuruh otak mulai bergerak mundur ke awal saya dan dia bertemu. Rasanya baru kemarin wisuda bersama, bingung malam minggu mau ke mana sampai rencana liburan ke Bali yang pupus karena uang yang tak kunjung terkumpul.

‘Yakin? Nggak pakai contekan?’ Adalah pertanyaan yang berulang kali saya tanyakan ke calon suami saat dengan yakin dia bilang hafal ucapan ijab qabul. Gimana jika tiba-tiba lidahnya kelu di tengah pengucapan? Saat penghulu memutuskan untuk memulai prosesi. Rasanya jantung saya mau meledak. Ditambah pula ketatnya bustier yang membebat perut dan dada, serta kaki yang terasa hilang  karena posisi duduk akad melantai di atas karpet menyebabkan kesemutan merambat brutal di luar batas normal. Saya hanya bisa mengatur nafas dan berdzikir. Bismillah. Bismillah. Bismillah. Inilah detik pertama saya harus membangun rasa percaya yang lebih tebal kepadanya, kepada imam bagi keluarga saya nanti…

maiz1733

‘Sah!’

Baru kali ini saya merasa sedang berada di adegan sinetron. Ternyata akad nikah memang sedramatis itu. Terlebih lagi ketika sang pengantin wanita tidak bisa bangun dari duduk karena lutut ke bawah lumpuh sementara hasil dari kesemutan akut sepanjang proses akad. Sesi foto pamer buku nikah dan mahar pun kami harus berpuas diri dengan gaya berlutut saja. Mau berlutut, jongkok, berdiri, saya tetap lega.

wcjg9629

Proses akad selesai! Lanjut langkah berikutnya. Naik vespa menuju pelaminan! Salah satu keinginan suami yang sudah dibicarakan dari jauh-jauh hari. Vespa tersebut pun sudah melalui perawatan yang lebih heboh dari saya, lho. Bisa dibilang bagian penting di acara resepsi saya, ya, sesi naik vespa ini. As a vespa lover, this is such a dream come true for him. So, one item ticked from the bucket list! Well done.

espu3192

Hal selanjutnya yang saya ingat sepanjang acara resepsi; senyum, salam, senyum, salam,  bisik-bisik ke suami saat melihat si a, b, c datang, curi-curi duduk karena ujung kaki rasanya sudah menyerah berdiri di atas high heels setelah tragedi kesemutan tadi, dan mual yang tak kunjung hilang disebabkan beratnya konde beserta hiasan lain di kepala yang seakan menjambak kulit ubun-ubun.

Sesuai harapan, di luar sesi akad yang sakral dan diutamakan, acara resepsi kami berlangsung cepat. Hampir semua yang membantu acara ini adalah saudara, teman dan kerabat yang kami kenal. Bukan dari WO handal atau pun abal-abal. Wajar jika acara ini berjalan tidak sempurna. Banyak kekurangan di sana-sini. Tapi disitulah yang membuat acara kami sangat berkesan dan tak terlupakan. Kalau pun saya ketik satu miliar terima kasih di sini kepada orang-orang yang sudah sangat berjasa tersebut pun mereka belum tentu bisa lihat blog ini. Jadi, lagi-lagi saya hanya bisa panjatkan doa agar Tuhan terus menyirami mereka dengan hal-hal baik di sepanjang hidupnya. Amin.

cheers
Thank you all! (Yes, I’m that selfish uploading only a good angle of mine and not yours. Tetep cinta kan? :*)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s